Pilih olahraga yang berat. Ketika sampai pada masalah pembakaran lemak tubuh, tidak semua olahraga diciptakan sama. Selama 2 minggu berikutnya, daripada memilih olahraga dengan intensitas mudah sampai olahraga dengan intensitas sedang, pilihlah olahraga dengan intensitas tinggi seperti berlari, berenang bolak-balik, bersepeda di jalan raya, mendayung, atau boot camp.
Berolahraga selama 60-70 menit dalam sehari dan cukupi kebutuhan cairan tubuh. Selama berolahraga, lakukan pemanasan perlahan-lahan untuk meningkatkan laju denyut jantung secara bertahap seperti dengan joging pelan dan mempercepatnya perlahan-lahan. Setelah itu, berolahragalah dengan 2-3 latihan berbeda selama 60 menit untuk mempertahankan laju denyut jantung. Akhirnya, lakukan pendinginan selama 5 menit untuk menurunkan laju denyut jantung seperti dengan melambatkan joging menjadi berjalan.
Jangan mengandalkan diet pembersihan puasa atau diet cairan. Diet puasa biasanya hanya efektif untuk menghilangkan berat badan ketika dikombinasikan dengan diet sehat, sementara diet cairan tidak memberi Anda nutrisi yang Anda butuhkan untuk kelangsungan penurunan berat badan. Sebagai gantinya, pilihlah untuk mengubah kebiasaan makan Anda dengan produk segar, protein rendah lemak, dan biji-bijian utuh.
Selain bikin kita nggak pede, ternyata lemak di perut berbahaya lho. Hal ini dikarenakan di perut banyak sekali organ yang penting. Penumpukan lemak di perut bisa menyebabkan kolesterol tinggi, diabetes, jantung, dan masih banyak lainnya. Nah, daripada harus berduel dengan penyakit yang bisa disebabkan oleh penimbunan lemak di perut ini, segera deh, hilangkan lemak di perut. Tidak perlu harus datang ke dokter untuk menjajal sedot lemak. Ada banyak hal-hal mudah yang digunakan sebagai cara menghilangkan lemak di perut. Berikut cara menghilangkan lemak di perut secara alami dan cepat.
×